BOGOR (Pos Kota) – Perkembangan dunia serta ilmu pengetahuan, membuat bahasa daerah semakin dilupakan masyarakat. Padahal menurut Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan, bahasa daerah justru menjadi pemersatu bangsa dan menjadi kekayaan yang tidak ternilai harganya.
Bambang menuturkan, ada banyak penyebab yang membuat bahasa daerah terancam punah dan bahkan sudah benar-benar dinyatakan punah. “Yang pasti faktor penyebab kepunahan bahasa adalah karena masyarakat pengguna bahasa tersebut tidak mau dan tidak mampu lagi memelihara bahasa daerahnya sendiri, “kata Bambang Gunawan mewakili Walikota Bogor pada acara peringatan Hari Bahasa Ibu Sedunia Tingkat Kota Bogor di Plaza Balaikota Bogor, Sabtu (26/2).
Bambang menyebutkan, peringatan Hari Bahasa Ibu sangat relevan diperingati karena banyak bahasa ibu atau bahasa daerah diberbagai Negara termasuk yang ada di Indonesia sudah terancam punah. Badan PBB UNESCO mencatat bahwa saat ini ada sekitar 6000 bahasa yang dipergunakan oleh masyarakat di berbagai Negara dan dari jumlah tersebut sekitar 50 persen diantaranya saat ini terancam punah.
Sumber : http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/02/26/bahasa-daerah-kian-punah
Kondisi inilah, lanjut Bambang, semakin mengancam banyak bahasa daerah di Indonesia termasuk bahasa sunda. Pelajaran bahasa sunda di sekolah dasar dan sekolah menengah dikeluhkan oleh masyarakat karena dianggap sulit.
Keluhan itu, menurutnya, tidak hanya disampaikan oleh mereka yang memang bukan suku sunda, tetapi juga oleh orang sunda yang sudah tidak lagi mempergunakan bahasa sunda dalam percakapan antar sesama anggota keluarganya
“ Mungkin sebagian diantara kita beranggapan bahasa sunda sudah kurang dibutuhkan untuk dipelajari dalam kegiatan sehari-hari, karena rata-rata sudah mempergunakan bahasa Indonesia, “ kata Bambang.
Diakui Bambang, dominannya bahasa Indonesia dalam aktivitas sehari-hari tidak bisa dihindari lagi, bahkan sebagian remaja sekarang sudah semakin akrab dengan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi dengan sesame temannya baik secara lisan maupun tulisan.
Oleh karena itu, kata Bambang, sebaiknya dibiasakan dalam percakapan mempergunakan bahasa daerah masing-masing sesering mungkin, setidaknya di lingkungan keluarga sendiri. Orang sunda memperbanyak bahasa sunda, orang jawa mempergunakan bahasa jawa, dan orang minang menggunakan bahasa minang.
“Intinya, usaha mempertahankan keberadaan bahasa daerah harus dilakukan dengan membiasakan diri untuk mempergunakan bahasa daerah didalam aktivitas kehidupannya sehari-hari, “ pungkasnya.
Ketua Panitia Peringatan Hari Basa Ibu se dunia tingkat Kota Bogor, Kun Nurachadiat mentakan, Pemerintah Daerah memiliki tugas untuk membuka mata masyarakat akan pentingnya melestarikan bahasa ibu. Pengembangan bahasa daerah sebagai bahasa ibu harus terus dilakukan agar bahasa daerah tersebut tidak musnah.
Hari Bahasa Ibu Sedunia yang ditetapkan oleh UNESCO pada 21 Febuari menjadi salah satu momentum penting bagi masyarakat Kota Bogor melek bahasa dan aksara sunda.
0 komentar:
Post a Comment